Setelah berhasil menanamkan seluruh batang kemaluannya di dalam lubang
vagina Handayani, Frans mulai menggenjotnya mulai dengan irama
perlahan-lahan hingga cepat. Darah segar pun mulai mengalir dari
sela-sela kemaluan Handayani yang sedang disusupi kemaluan Frans itu.
Dengan irama cepat Frans mulai menggenjot tubuh Handayani, rintihan
Handayani pun semakin teratur dan berirama mengikuti irama gerakan
Frans.
"Ooh.. oh.. oohh..!" badannya terguncang-guncang keras dan
terbanting-banting akibat kerasnya genjotan Frans yang semakin bernafsu.
Setelah beberapa menit kemudian badan Frans menegang, kedua tangannya
semakin erat mencengkram kepala Handayani, dan akhirnya disertai erangan
kenikmatan Frans berejakulasi di rahim Bripda Handayani. Sperma yang
dikeluarkannya cukup banyak hingga meluber keluar. Bripda Handayani
hanya dapat pasrah menatap wajah Frans dengan panik dan kembali
memejamkan mata disaat Frans bergidik untuk menyemburkan sisa spermanya
sebelum akhirnya terkulai lemas di atas tubuh Handayani.
Tangis Handayani pun kembali merebak, ia nampak sangat shock. Badan
Frans yang terkulai di atas tubuh Handayani pun terguncang-guncang
jadinya karena isakan tangisan dari Handayani.
"Gimana rasanya Sayang..? Nikmat kan..?" ujar Frans sambil membelai-belai rambut Handayani.
Beberapa saat lamanya Frans menikmati kecantikan wajah Handayani sambil
membelai-belai rambut dan wajah Handayani yang masih merintih-rintih dan
menangis itu, sementara kemaluannya masih tertancap di dalam lubang
vagina Handayani.
"Makanya jangan main-main sama gue lagi ya Sayang..!" sambung Frans
sambil bangkit dan mencabut kemaluannya dari vagina Handayani.
"Ayo siapa yang mau maju, sekarang gil.." ujar Frans kapada teman-temannya.
Belum lagi Frans selesai bicara, Fredi sedari tadi di sampingnya sudah
langsung mengambil posisi di depan Handayani yang masih lemas terkulai
di kursi sofa. Beberapa orang yang tadinya maju kini mereka mundur lagi,
karena memang Fredi adalah orang kedua dalam geng ini.
Fredi yang berumur 38 tahun dan berperawakan sedang ini segera
melepaskan celana jeans kumalnya, dan kemudian naik ke atas sofa serta
berlutut tepat di atas dada Handayani. Kemaluannya yang telah membesar
dan tidak kalah gaharnya dengan kemaluan Frans kini tepat mengarah di
depan wajah Handayani. Handayani pun kembali membuang wajah sambil
memejamkan matanya. Fredi mulai memaksa Handayani untuk mengoral batang
kejantanannya. Tangannya yang keras segera meraih kepala Handayani dan
menghadapkan wajahnya ke depan kemaluannya.
Setelah itu kemudian Fredi memaksakan batang kejantanannya masuk ke
dalam mulut Handayani hingga masuk sampai pangkal penis dan sepasang
buah zakar bergelantungan di depan bibir Handayani, yang kelagapan
karena mulutnya kini disumpal oleh kemaluan Fredi yang besar itu. Fredi
mulai mengocokkan batang penisnya di dalam mulut Handayani yang
megap-megap karena kekurangan oksigen. Dipompanya kemaluannya keluar
masuk dangan cepat hingga buah zakarnya memukul-mukul dagu Handayani.
Bunyi berkecipak karena gesekan bibir Handayani dan batang penis yang
sedang dikulumnya tidak dapat dihindarkan lagi. Hal ini membuat Fredi
yang sedang mengerjainya makin bernafsu dan makin mempercepat gerakan
pinggulnya yang tepat berada di depan wajah Handayani. Batang penisnya
juga semakin cepat keluar masuk di mulut Handayani, dan sesekali membuat
Handayani tersedak dan ingin muntah.
Lima menit lamanya batang penis Fredi sudah dikulumnya dan membuat
Handayani makin lemas dan pucat. Akhirnya tubuh Fredi pun mengejan keras
dan Fredi menumpahkan spermanya di rongga mulut Handayani. Hal ini
membuat Handayani tersetak dan kaget, ingin memuntahkannya keluar namun
pegangan tangan Fredi di kepalanya sangat keras sekali, sehingga dengan
terpaksa Handayani menelan sebagian besar sperma itu.
"Aaah..," Fredi pun mendesah lega sambil merebahkan badannya ke samping tubuh Handayani.
Segera Handayani meludah dan mencoba memuntahkan sperma dari rongga
mulutnya yang nampak dipenuhi oleh cairan lendir putih itu. Belum lagi
menumpahkan semuanya, tiba-tiba badannya sudah ditindih oleh Yonas yang
dari tadi juga berada di samping.
"Ouuh..," Handayani mendesah akibat ditimpa oleh tubuh Yonas yang ternyata telah telanjang bulat itu.
Kini dengan kasarnya Yonas melucuti baju seragam Polwan yang masih
dikenakan Handayani itu. Tetapi karena kedua tangan Handayani masih
diikat ke belakang, maka yang terbuka hanya bagian dadanya saja.
Setelah itu dengan kasarnya Yonas menarik BH yang dikenakan Handayani
dan menyembullah kedua buah payudara indah milik Handayani itu.
Pemandangan itu segera saja mengundang decak kagum dari para lelaki itu.
"Aah.. udah Mass.. ampuunn..!" dengan suara yang lemah dan lirih
Handayani mencoba untuk meminta belas kasihan dari para pemerkosanya.
Rupanya hal ini tidak membuahkan hasil sama sekali, terbukti Yonas
dengan rakusnya langsung melahap kedua bukit kembar payudara Handayani
yang montok itu. Diremas-remas, dikulum dan dihisap-hisapnya kedua
payudara indah itu hingga warnanya berubah menjadi kemerah-merahan dan
mulai membengkak.
Setelah puas mengerjai bagian payudara itu, kini Yonas mulai akan menyetubuhi Handayani.
"Aaakkhh.." kembali terdengar rintihan Handayani dimana pada saat itu
Yonas telah berhasil menanamkan kemaluannya di dalam vagina Handayani.
Mata Handayani kembali terbelalak, tubuhnya kembali menegang dan
mengeras merasakan lubang kemaluannya kembali disumpal oleh batang
kejantanan lelaki pemerkosanya.
Tanpa membuang waktu lagi, Yonas langsung menggenjot memompakan
kemaluannya di dalam kemaluan Handayani. Kembali Handayani hanya dapat
merintih-rintih seiring dengan irama gerakan persetubuhan itu.
"Aaahh.. aahh.. oohh.. ahh.. ohh..!"
Selang beberapa menit kemudian Yonas pun akhirnya berejakulasi di rahim
Handayani. Yonas pun juga tumbang menyusul Frans dan Fredi setelah
merasakan kenikmatan berejakulasi di rahim Handayani. Kini giliran
seseorang yang juga tidak kalah berwajah garang, seseorang yang bernama
Martinus, badannya tegap dan besar serta berotot, kepalanya plontos,
kulitnya gelap, penampilannya khas dari daerah timur Indonesia. Usianya
sekitar 35 tahun.
Nampak Martinus yang agak santai mulai mencopot bajunya satu persatu
hingga telanjang bulat, kemaluannya yang belum disunat itu pun sudah
mengacung besar sekali. Handayani yang masih kepayahan hanya dapat
menatap dengan wajah yang sendu, seolah airmatanya telah habis terkuras.
Kini hanya tinggal senggukan-senggukan kecil yang keluar dari mulutnya,
nafasnya masih terengah-engah gara-gara digenjot oleh Yonas tadi.
Setelah itu dia mendekati Handayani dan menarik tubuhnya dari sofa
sampai terjatuh ke lantai. Cengkraman tangannya kuat sekali. Kini dia
membalikkan tubuh Handayani hingga telungkup, setelah itu kedua tangan
kekarnya memegang pinggul Handayani dan menariknya hingga posisi
Handayani kini menungging. Jantung Handayani pun berdebar-debar menanti
akan apa yang akan terjadi pada dirinya.
Dan, "Aakkhh.. ja.. jangan di situu.., ough..!" tiba-tiba Handayani
menjerit keras, matanya terbelalak dan badannya kembali menegang keras.
Ternyata Martinus berusaha menanamkan batang kejantanannya di lubang
anus Handayani. Martinus dengan santainya mencoba melesakkan
kejantanannya perlahan-lahan ke dalam lubang anus Handayani.
"Aaakh.. aahh.. sakit.. ahh..!" Handayani meraung-raung kesakitan, badannya semakin mengejang.
Dan akhirnya Martinus bernapas lega disaat seluruh kemaluannya berhasil
tertanam di lubang anus Handayani. Kini mulailah dia menyodomi Handayani
dengan kedua tangan memeganggi pinggul Handayani. Dia mulai
memaju-mundurkan kemaluannya mulai dari irama pelan kemudian kencang
sehingga membuat tubuh Handayani tersodok-sodok dengan kencangnya.
"Aahh.. aahh.. aah.. oohh.. sudah.. oohh.. ampun.. saakiit.. ooh..!"
begitulah rintihan Handayani sampai akhirnya Martinus berejakulasi dan
menyemburkan spermanya ke dalam lubang dubur Handayani yang juga telah
mengalami pendarahan itu.
Akan tetapi belum lagi habis sperma yang dikeluarkan oleh Martinus di
lubang dubur Handayani, dengan gerakan cepat Martinus membalikkan tubuh
Handayani yang masih mengejan kesakitan hingga telentang. Martinus
rupanya belum merasakan kepuasan, dan dia tanamkan lagi kejantannya ke
dalam lubang vagina Handayani.
"Oouuff.., aahh..!" Handayani kembali merintih saat kemaluan Martinus menusuk dengan keras lubang vaginanya.
Langsung Martinus kembali menggenjot tubuh lemah itu dengan keras dan
kasar sampai-sampai membanting-banting tubuh Handayani membentur-bentur
lantai.
"Ouh.. oohh.. ohh..!" Handayani merintih-rintih dengan mata terpejam.
Dan akhirnya beberapa menit kemudian Martinus berejakulasi kembali, yang
kali ini di rongga vagina Handayani. Begitu tubuh Martinus ambruk, kini
giliran seseorang lagi yang telah antri di belakang untuk menikmati
tubuh Polwan yang malang ini.
"Giliran gua. Gue dendam sama yang namanya polisi..!" ujar Jack.
Jack, begitulah orang ini sering dipangil, dia adalah residivis keluaran
baru yang baru berusia 18 tahun, namun tidaklah kalah sangar dengan
Frans atau yang lainnya yang telah berusia 30 sampai 40-an tahun itu.
Kejahatannya juga tidak kalah seram, terakhir dia sendirian merampok
seorang mahasisiwi yang baru pulang kuliah malam dan kemudian
memperkosanya.
Jack memungut topi pet Polwan milik Handayani dan mengenakan ke kepala
Handayani yang kini seluruh tubuh lemasnya mulai gemetaran akibat
menahan rasa sakit dan pedih di selangkangannya itu. Setelah itu tanpa
ragu-ragu Jack memasukkan penisnya langsung menembus vagina Handayani,
namun Handayani hanya merintih kecil karena terlalu banyak rasa sakit
yang dideritanya. Dan kini seolah semua rasa sakit itu hilang.
Beberapa menit lamanya Jack memompa tubuh Handayani yang lemah itu.
Badan Handayani hanya tersentak-sentak lemah seperti seonggokan daging
tanpa tulang. Akhirnya kembali rahim Handayani yang nampak kepayahan itu
dibanjiri lagi oleh sperma. Setelah Jack sebagai orang kelima yang
memperkosa Handayani tadi, kini empat orang yang lainnya mulai mendekat.
Mereka adalah anggota muda dari geng ini, usia mereka juga masih muda.
Ada yang baru berusia 15 tahun dan ada pula yang berusia 17 tahun. Namun
penampilan mereka tidak kalah seram dengan para seniornya, aksi mereka
berempat beberapa hari yang lalu adalah memperkosa seorang gadis cantik
berusia 15 tahun, siswi SMU yang baru pulang sekolah. Gadis cantik yang
juga berprofesi sebagai foto model pada sebuah majalah remaja itu mereka
culik dan mereka gilir ramai-ramai di sebuah rumah kosong sampai
pingsan. Tidak lupa setelah mereka puas, mereka pun menjarah dompet, HP,
jam tangan serta kalung milik sang gadis malang tadi.
Rata-rata dari mereka yang dari tadi hanya menjadi penonton sudah tidak
dapat menahan nafsu, dan mulailah mereka menyetubuhi Handayani satu
persatu. Dibuatnya tubuh Polwan itu menjadi mainan mereka. Orang keenam
yang menyetubuhi Handayani berejakulasi di rahim Handayani. Namun pada
saat orang ke tujuh yang memilih untuk menyodomi Handayani, tiba-tiba
Handayani yang telah kepayahan tadi pingsan.
Setelah orang ketujuh tadi berejakulasi di lubang dubur Handayani, kini
orang ke delapan dan ke sembilan berpesta di tubuh Handayani yang telah
pingsan itu, mereka masing-masing menyemprotkan sperma mereka di rahim
dan wajah Handayani serta ada juga yang berejakulasi di mulut Handayani.
Setelah keempat orang tadi puas, rupanya penderitan Handayani belumlah
usai. Frans dan Martinus kembali bangkit dan mereka satu persatu kembali
meyetubuhi tubuh Handayani dan sperma mereka berdua kembali tumpah di
rahimnya. Kini semuanya telah menikmati tubuh Bripda Handayani sang
Polwan yang cantik itu.
Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 4 pagi, para anggota muda itu
diperintah Frans untuk melepas tali yang dari tadi mengikat tangan
Handayani. Kemudian mereka disuruh mengenakan dan merapikan seluruh
seragam Polwan ke tubuh Handayani, hingga akhirnya Handayani komplit
kembali mengenakan seragam Polwannya walau dalam keadaan pingsan.
Setelah itu Frans, Martinus dan Yonas menggotong tubuh Handayani ke
mobil Kijang. Mereka bertiga membawa tubuh Handayani kembali ke
tempatnya diambil tadi malam. Namun selama dalam perjalanan, tiba-tiba
nafsu Yonas kembali bangkit, dia pun mengambil kesempatan terakhir ini
untuk kembali memperkosa tubuh Handayani sebanyak dua kali. Dia akhirnya
berejakulasi di mulut dan di rahim Handayani beberapa meter sebelum
sampai pada tujuan. Frans dan Martinus yang duduk di depan hanya dapat
memaklumi, karena nafsu sex Yonas memang besar sekali.
Setelah baju seragam Polwan Handayani dirapikan kembali, tubuh lunglai
Bripda Handayani dicampakkan begitu saja di pinggir jalan yang sepi di
tempat dimana Handayani tadi diciduk. Tanpa diketahui oleh Frans dan
Martinus, Yonas diam-diam rupanya menyimpan celana dalam berwarna putih
milik Handayani, dan menjadikannya sebagai kenang-kenangan.
Setelah itu mereka pun meluncur ke rumah kosong tadi untuk menjemput
kawanan geng mereka yang masih berada di sana. Kemudian mereka
bersembilan langsung meluncur menuju ke pelabuhan guna menumpang sebuah
kapal barang untuk melakukan perjalanan jauh. Mereka pun berharap pada
saat sepasukan polisi mulai melacak keberadaan mereka, mereka sudah
tenang dalam pelayaran menuju ke suatu pulau di wilayah timur Indonesia.
TAMAT



0 komentar:
Posting Komentar