Namaku Parjo, sudah lupa aku beningnya air di sungai
tempat aku dulu memancing bersama teman-temanku, air yang sejuk dengan
kejernihan yang membuat kami bisa dengan leluasa melihat ikan-ikan yang
berenang mendekati umpan-umpan kami. Sudah 24 tahun aku mengadu nasib di
Jakarta, ketika pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta aku
berkeyakinan besar kalau aku dapat sukses dan dapat kembali ke kampung
sebagai orang besar yang dapat membantu kehidupan emak dan bapak.
Tapi
Jalan nasib tidak ada yang tahu, hasil kerja keras selama lima belas
tahun hilang tidak berbekas karena kebodohan aku mempercayai partner
kerjaku dan lebih parahnya lagi dia juga berhutang besar kepada bank
tapi dengan menggunakan nama dan asetku sebagai jaminannya. Sekarang aku
hanya dapat hidup terlunta-lunta di kota jakarta ini, tidak berani hati
ini melangkah pulang menghadap orang-orang sekampung apalagi melihat
emak dan bapak, aku berdoa semoga emak dan bapak masih sehat-sehat dan
tidak khawatir akan keadaanku di jakarta.
Sekarang aku tinggal di sebuah gedung perkantoran yang sudah
terbengkalai sejak lama, aku menyambung hidup dengan bekerja serabutan,
pernah aku menjadi kuli bangunan di komplek perumahan di dekat sini,
tetapi karena sekarang kebanyakan rumah itu sudah selesai terpaksa
pekerjaan aku sekarang untuk menyambung hidup adalah hanya dengan
menjadi tukang sampah di komplek dulu bekerja. Di kompleks perumahan
ini, aku satu-satunya tukang sampah yang dapat memasuki perumahan ini,
itu dikarenakan aku kenal dengan beberapa satpam di perumahan ini mereka
dulu bekerja sama dengan aku ketika menjadi kuli bangunan mereka yang
meminta kepada atasan mereka untuk dapat tetap mempertahankan aku
walaupun hanya menjadi tukang sampah, "hahaha sial memang...!!" tertawa
aku memikirkan mereka, sungguh nasib mereka lebih bagus dari aku, karena
mereka kelihatan lebih kekar dan muda daripada aku mereka dapat
mendapatkan pekerjaan yang cukup layak di perumahan ini, sedangkan aku
hanya dapat memunguti sampah ketika para atasan busuk itu melihat aku
sudah tidak muda dan kuat lagi.
Di pagi hari aku sudah keluar dari gedung reyot ini, ditemani oleh
gerobak berwarna oranye aku menyusuri komplek perumahan ini untuk
sampah-sampah dari setiap rumah di komplek ini, tidak jarang aku melihat
mereka membuang benda yang sebenarnya belum spenuhnya rusak terkadang
hanya karena tergores ataupun hanya karena warnanya pudar benda itu
dibuang oleh pemiliknya, makanya tidak jarang aku menemukan baju,
sepatu, celana bahkan handphone dan TV pernah dibuang oleh pemiliknya
hanya karena barang tersebut sudah dianggap kuno, aneh-aneh memang
kebiasaan para orang kaya ini, tapi tidak apa-apa semakin mereka seperti
itu semakin aku yang beruntung karena aku bisa mendapatkan
barang-barang ini secara gratis walaupun sudah agak tua dan terlihat
jelek.
Suatu ketika aku melewati sebuah rumah mewah di salah satu blok di
perumahan ini, aku melihat sesosok gadis cantik di belakang pagar
rumahnya sedang berjalan keluar sambil memegang kantung plastik berwarna
putih kecil, sejenak dia mencari-cari alas kakinya dan segera
memakainya ketika ditemukannya sendal tersebut terselip di bawah mobil
yang terparkir di garasinya, aku begituu terpesona dengan gadis ini. Dia
menggunakan celana pendek berwarna biru muda yang begitu menunjukkan
kemulusan kaki jenjang dan pahanya yang putih itu, kaus berwarna pink
juga terlihat cocok sekali membalut badannya yang tidak begitu besar
tapi terlihat lekukan badannya cukup tercetak di baju yang dipakainya,
wajahnya manis dan cantik sekali semuanya ditambah dengan kulitnya yang
walaupun aku melihat dari kejauhan aku tetap terperangkap oleh betapa
cantiknya dia, ditambah ketika dia mulai berjalan keluar ke arah pagar
dan mulai terkena sinar matahari aku makin takjub melihat kecantikannya
dengan lebih jelas. kulit putihnya makin bersinar terang ketika terkena
sinar matahari, pahanya dan tengkuknya juga semakin terlihat sangat
menggoda mata, dadanya yang dibalut oleh kaus pink juga dan bra juga
makin terlihat jelas aku dapat melihat lekukan dada yang dibentuk oleh
bra yang ia pakai, menurut perkiraan aku ukuran cup BH'nya mungkin 34B.
terdiam aku beberapa saat memandangi pemandangan ini, lambat laun aku
mulai tersadar ketika gadis cantik ini berjalan keluar dan mengantungkan
kantong plastik kecil yang ia bawa ke gantungan sampah di depan
rumahnya. Perlahan aku memberanikan diri menarik gerobak sampah di
belakang ku mendekati rumah gadis tersebut.
ilustrasi:

ketika aku sampai disanna gadis itu telah berjalan masuk kerumahnya, aku
tetap memperhatikan dia dan makin terasa cantik gadis ini di setiap
langkahku bertambah mendekati rumahnya. Di balik pagar setelah dia
menutupnya dia tersenyum kecil sambil menganggukan kepala ketika melihat
aku mendekat, ternyata gadis cantik ini benar-benar sangat amat cantik
dan baik hati bahkan kepada aku yang hanya tukang sampah komplek dia
tidak ragu-ragu untuk melemparkan senyum dan mengangguk sejenak, padahal
dia adalah anak orang kaya dan seorang gadis yang cantik luar biasa.
Makin hati ini tertawan oleh pesonanya, luarr biasa gadis ini.
Aku tidak dapat berbuat apa-apa hanya pelan-pelan melihat dia melangkah
kembali masuk ke dalam rumahnya. Terdiam lama aku berdiri disana di
depan rumahnya di bawah terik matahari yang beranjak menuju siang hari,
aku benar-benar terperangkap oleh gadis itu aku jatuh cinta pada pandangan yang pertama..,
cinta sebuah kata dan perasaan yang sudah lama tidak aku rasakan dan
ucapkan aku ingin membingkai senyum gadis itu dan melihat senyum tiap
hariku...,
aku ingin melindunginya agar senyum itu dapat terus mengembang dan mencerahkan dunia ini...
Tetapi jauh di dalam perasaan itu di bawah sadar sebenarnya ada perasaan lain yang jauh lebih gelap dan kotor:
aku ingin merasakan tubuh ini bersentuhan dengan tubuhnya...
aku ingin merasakan manis bibirnya...
aku ingin mencumbu dadanya...
aku ingin merasakan halus dadanya....
aku ingin...aku ingin...aku ingin...
ilustrasi:

tersadar aku dari lamunan aku, aku cepat-cepat mengingatkan diri akan
tugasku sebagai tukang sampah dan hanya sebagai tukang sampah, aku
membuang jauh-jauh lamunan itu biarlah itu menjadi impian di siang
bolong. Aku bergerak mendekati tempat sampah di depan rumahnya, dengan
cekatan aku menarik kluar tongkat sampah dari gerobak sampah, ya
walaupun aku tukang sampah terkadang aku masih merasa jijik jika harus
menggunakan langsung tanganku untuk menyentuh bungkusan plastik-plastik
sampah ini.
satu bungkus plastik sampah...
dua bungkus plastik sampah...
dengan cepat aku dengan gampang memindahkan plastik-plastik sampah
tersebut dari tempatnya ke dalam gerobak sampah, tinggal kantong plastik
yang terakhir yang belum aku masukkan.
terdiam aku melihat kantong plastik itu, aku tau bahwa itu adalah
kantong plastik yang tadi dibawa keluar oleh gadis cantik itu, plastik
yang secara ukuran lebih kecil daripada plastik yang sudah aku pindahkan
sebelumnya. Entah mengapa aku merasakan ini adalah plastik yang
spesial, mungkin karena kantong plastik ini adalah satu-satunya benda
yang pernah dipegang oleh jari jenjang dan tangan dari gadis itu.
Perlahan aku memincingkan mata melihat kantong plastik putih itu, aku
berusaha melihat apa yang dibungkus oleh kantong plastik itu, terlihat
ada bungkusan biru tua di dalam plastik putih itu aku memiringkan kepala
untuk mencoba membaca tulisan apa yang tertulis di bungkusan biru tua
itu.
tertulis tulisan:
"Laurier"
dibawahnya tercetak tulisan "Relax night with gathers...", "opo iki??"...pikirku berusaha menebak apa sebenarnya bungkusan ini
dan di bawahnya lagi tertulis "daya serap maksimal, proteksi dari segala
arah dan anti bocor", "oohh oyalahh..." tersadar aku benda apa itu
sebenarnya di dalam bungkusan plastik itu
Terlihat juga gambar benda yang sedang aku pikirkan itu dengan tulisan
"35cm" di atasnya, makin aku yakin bahwa itu adalah bungkus pembalut.

agak jijik aku memikirkannya ketika aku tau itu adalah bungkusan
pembalut, dan kemungkinan besar di dalamnya pun ada pembalut bekas yang
dipakai oleh gadis cantik itu. Secantik cantiknya wanita itu, tetap saja
aku agak jijik jika memikirkan pembalut bekasnya dengan darah
menstruasinya yang mungkin ada juga di pembalut tersebut....
Ketika aku sedang memikirkan itu tiba-tiba terdengar suara, entah dari mana yang tiba-tiba berteriak
"WANITA dan DARAH...!!!"
aku langsung terperanjat, tapi badanku tidak bisa bergerak padahal aku
mau mencari dimana sumber suara itu...aku merasakan ada desiran angin di
tengkuk leherku dan membuat aku merinding padahal ini adalah siang hari
yang terik.
aku merasakan panas di badanku, dan mataku terasa semakin berat dan berbayang...aku merasa lemas dan pelan-pelan aku mendengar
"Biarkan aku memakai tubuhmu nak"...suara itu bersuara lagi dan semakin jelas kali ini kalau aku tidak salah mendengar.
"Jangan mengeraskan jiwamu, aku akan membantumu untuk merasakan gadis
itu, aku sudah memperhatikanmu sedari tadi...serahkan tubuhmu dan
biarkan aku yang mengontrol badan ini" aku semakin ketakutan,tetapi aku
juga tidak dapat melawan dan merasa sangat bernafsu sekali...aku
merasakan kontolku pelan-pelan mengeras.
"Nah begitu nak...AKU PINJAM TUBUHHMMUUU....!!"
Brrukkk...
...aku terjatuh...
aku membuka mata, dan tertawa di dalam hati "hahahaha....akhirnya ada
lagi gadis yang dapat aku nikmati"....itu bukan suara hatiku, ini suara
dia yang tadi.
aku menjatuhkan tongkatku, perlahan aku merentangkan tangku kedepan ke
arah kantung plastik sampah itu..."Aku jijik, jangan itu kotor..."
batinku berteriak.
"DIAAAM, tubuh ini sekarang milikku. AKU CRUSADER13" suara itu berteriak
menghardik aku yang kehilangan kontrol atas tubuhku ini...aku hanya
dapat terdiam mengikuti apa yang dia lakukan, aku hilang di dalam
tubuhku sendiri.
Aku angkat pelan-pelan kantong plastik itu dari gantungan sampah itu,
aku membuka kantong plastik itu...pelan-pelan bau anyir bercampur sabun
menyeruak memenuhi hidungku, tetapi kali ini aku tidak merasa jijik
malahan aku merasa sangat bernafsu dan tidak sabar untuk cepat-cepat
melihat kedalam kantong plastik ini,
aku pegang bungkusan biru tua itu, dan segera ku keluarkan dari kantong
plastik putih itu... sekarang dapat kulihat jelas bungkusan pembalut
itu.

aku membuka bungkusan pembalut itu dan melihat di dalamnya ada dua
bungkusan kecil berwarna pink di dalamnya, aku memasukkan tanganku dan
mengambil salah satunya. Perlahan aku buka bungkusan itu dan terpampang
jelaslah pembalut bekas pakai gadis itu, dengan noda merah yang cukup
banyak di pembalut itu. Aku menebak bahwa gadis cantik itu mungkin baru
saja mens di hari pertama atau keduanya melihat jumlah darah yang
terserap di pembalut ini.
Foto ilustrasi pembalut bekas(klik untuk melihat)
http://imgbox.com/CoDZno7O
http://imgbox.com/Xb8ZM0CV
terpana aku melihat pembalut itu...tiba-tiba terdengar teriakan di
belakangku, "MAS..!!!", "Ngapain kamu??" kaget aku dan langsung
menjatuhkan pembalut bekas itu ke tanah, aku menengok kebelakang
menghadap sumber suara itu. Alangkah kagetnya ternyata gadis itu telah
berdiri di luar rumah memperhatikan aku dari belakang, sepertinya dia
sedang mau berangkat pergi ketika memergoki aku sedang terpana
memandangi pembalut yang pernah dia pakai.
"ihh mas kelainan ya, ngapain mas pegang-pegang softex??" "mau
guna-gunain aku ya??" "Pergi ga...dasar bajingan mesum..!!" "PERGII..."
aku kaget diberondong oleh kata-katanya, tetapi dengan cepat aku berusaha mengendalikan keadaan.
aku beralasan "Maaf mba, ga ada maksud apa-apa tadi di plastik itu sobek
ketika aku mau pindahin ke gerobak..." dia terdiam sejenak mencoba
berpikir rasional dengan alasan yang aku buat-buat.
gadis itu lalu menjawab "Terus ngapain pegang-pegang softex itu?",
pertanyaannya membuat aku kembali harus berpikir keras memikirkan
jawabannya...
Aku menjawab lagi "Gini mba, pas tadi plastiknya sobek saya lihat
pembalut bekas mba, maaf aku ga sengaja perhatiin kalau darah mens mba
ga normal..." alasan asal bunyi saja dan yang terpikir di otakku saat
ini
"GA normal gimana, jangan alasan mas???" dengan setengah membentak ia mengajukan lagi pertanyaan
"Gini mba, embah saya dulu mantri di desa beliau kalau praktik dia
sering ajak saya, nah mbah pernah tunjukkin kalau darah mens wanita
kalau warnanya seperti ini artinya ga normal dan akan kemungkinan
mungkin juga tumor mba" melihat dia mau menjawab dengan pertanyaan lain
aku langsung berbicara lagi " gini mba, mba kalau tebakan saya lagi mens
di hari pertama atau kedua kan? dan pasti perut mba lagi sakit dan mba
merasa pusing?
"koq mas tau aku dapet hari kedua? dan perut aku lagi sakit? aku beneran
ga normal ya mensnya?" gadis cantik itu menatap aku berharap dapat
diberikan jalan keluar dari penyakit yang dikira diidapnya.
"hehehe...satu-satunya penyakit yang kau idap adalah kebodohan dan
polosnya dirimu nak." Pikirku dalam hati sambil menahan tawa... Dari
jumlah dan warna darah mens yang ada di pembalutnya mudah sekali
menyimpulkan kalau itu adalah darah mens di hari-hari awal, dan untuk
sakit perutnya memangnya ada seorang wanitapun yang merasakan perutnya
tidak sakit ketika sedang mendapatkan tamu bulanannya itu.
"tenang mba, coba saya lihat tangan mba" aku mengambil kesempatan untuk
memegang tanggannya yang halus dan putih bersih itu, sungguh kontras
dengan tanganku yang kotor dan kasar ini. Aku pura-pura mengukur denyut
nadi di tangannya, sambil dia terus memandangi aku berharap akan jawaban
yang dapat menenangkan hatinya.
"hmmm...agak buruk ini" aku berpura-pura memperburuk kekhawtirannya...
"Mas kita masuk ke rumah dulu deh, jangan berdiri di tengah jalan
begini...ga enak diliatin orang.." "wkakakaka malaikat surga pasti
sedang tersenyum kepadaku, tanpa susah payah aku dapat masuk ke rumah
gadis ini"
akupun berjalan mengikutinya melewati gerbang lalu garasi rumahnya,
berjalan menaiki tangga kecil menuju pintu ruang tamu rumahnya. Aku
bertanya "mba rumahnya besar ya, tapi koq ga ada orangnya nih?". "mba
lagi pulang kampung, belum balik dari minggu lalu", "kalau papi mami
lagi pergi sama adik aku ke mal"
"Hahaha...kesempatan indah, di rumah sendiri dengan gadis cantik. malang
nian hidupmu nak siap-siap kunikmati tubuhmu yang indah itu"
aku dipersilahkan duduk di sofa, lalu dia melanjutkan bertanya "jadi
gimana mas,sebenarnya aku sakit apa, pasti ada obatnya kan?" matanya
berkaca-kaca ketika menanyakan hal itu
"bentar ya mba..." aku bergerak mendekatinya, lalu menaruh tanganku di
atas perutnya. "Apa-apaan ini, jangan macem-macem ya...!!"
"tenang mba, aku hanya mau mengecek keadaan rahim mba", " kalau mba
tidak percaya ya sudah, kalau begitu saya keluar saja, tapi hati-hati
dengan penyakit itu ya mba" aku menjawab sambil menakuti-nakuti dia.
"baik-baik mas, tolong jangan bantu saya" "tapi tolong hargai kepercayaan saya dan jangan berbuat macam-macam"...
"Baik" aku menjawab sekenanya...kembali aku menaruh tanganku di
perutnya, perutnya rata tanpa ada lemak sama sekali sempurna sekali
gadis ini..cantik, sexy dan terutama polos alias bodoh hahaha
"mba sori saya mau tanya, mba masih perawankah?" "ouww ya sori saya
Crusad...sori maksudnya Parjo, mba namanya siapa?mba umur berapa"
Dia tercekat dengan pertanyaanku "Aku fanny pak, taun ini 19 tahun...maaf tapi apa hubungannya perawan atau tidak?"
"karena kalau masih perawan akan lebih mudah mba Fanny untuk
menyembuhkannya..." iya menyembuhkan nafsu aku yang sedang terbakar ini
maksudnya wkakaka...
"Ouww syukurlah, ia saya masih perawan pak..." jawab Fanny dengan hati
yang lega. Dan aku merasakan aku mendapatkan tambang emas, gadis cantik
perawan lagi wkakakaa.
pelan-pelan aku menekan-nekan perutnya dia meringis-ringis karena memang
wanita ketika sedang menstruasi pasti akan merasakan kurang nyaman di
rahimnya, apalagi jika ditekan-tekan, setelah itu aku menyelipkan
tanganku kedalam bajunya aku mengusap-usap perut itu secara
langsung...aku tau wanita paling suka jika ada benda hangat
diusap-usapkan ke perutnya ketika sedang mens, Fanny terpejam menikmati
tanganku mengusap-usap perutnya.
"Sakitnya agak hilang kan mba Fanny?" tanya aku..."Ia pak, bapak hebat ihh.."
aku masih terus mengusap-usap perutnya, aku mengusapnya dengan tangan
kananku tangan kiriku mulai kuberanikan mulai mengusap-usap perutnya
juga. tapi sebenarnya bukan itu sebenarnya tujuanku, pelan-pelan tangan
kiriku bergerilya merangkak naik keatas menuju gundukan di dadanya.
tampaknya Fanny tidak menyadari bahwa tangan kiriku sudah pelan-pelan
naik menuju bra yang ia pakai... pelan-pelan aku mengusap gundukan
dadanya yang masih tertutup BH itu, Fanny masih menikmati pijatan
tanganku di perutnya dan sepertinya dia sama sekali tidak menyadari
bahwa payudaranya sedang aku cabuli meskipun aku hanya cabuli melalui BH
yang ia pakai tetapi seharusnya dia merasakan ada tangan asing sedang
memainkan bongkahan daging kenyal di dadanya itu. Sungguh cantik sekali
memang gadis ini cantik dan seksi, walaupun hanya melalui BH'nya
kekenyalan dadanya sudah dapat aku rasakan. Buah dadanya tidak terlalu
besar ataupun terlalu kecil, ukurannya pas di gengaman tanganku, memang
BH'nya agak terasa tebal spertnya dia menambahkan busa pelapis untuk
terlihat semakin memperbesar payudaranya.
Sayang sekali kali ini payudara ini dijamah oleh aku, tukang sampah kompleks yang telah dirasuki setan jaman dulu.
cukup lama aku memainkan payudara Fanny, tetapi dia tetap tidak bereaksi
apa-apa sepertinya dia memang merasakan kram perut yang cukup
menyakitkan ketika mens jika tidak mana mungkin dia menikmati tangan tua
ini mengusap-usap perutnya dan tidak menyadari bahwa sedari tadi aku
telah mencabuli payudaranya ini.
Lama kelamaan aku semakin gerah dan bosan hanya begini saja menyentuh payudaranya hanya melalui BH'nya...
aku ingin melakukan lebih...
aku ingin mengusap gundukan di dadanya itu secara langsung...
aku ingin memegang payudaranya dan merasakan puting payudaranya di
tanganku, aku ingin merasakan puting payudaranya di mulutku...
pelan-pelan aku mencoba menyusupkan jariku melalui celah atas bra'nya
untuk mencari ujung puting payudaranya, memang bra yang ia pakai adalah
tipe 3/4 cup sehingga bagian atasnya cukup terbuka untuk aku dapat
menyelipkan jariku kedalam payudaranya...pelan-pelan jariku bergeser
dari payudara yang masih tertutup BH ke payudaranya yang tidak tertutup
payudara, kupegang tipis payudaranya itu...

Halus sekali kulit anak ini, walaupun hanya seujung jari tapi aku tau Fanny memiliki payudara yang sangat empuk dan halus..
aku menggeser kembali jariku, masuk kedalam BH yang ia pakai...mencari-cari ujung puting payudaranya
Surga dunia hampir saja kugapai...
Fanny tersadar dengan perbuatanku dan langsung mendorong diriku sambil berteriak "Bapak JAHAATT....Pergiii"
tunggu lanjutannya ya hehehe....mau diapain hayoo hehe??
udah 
mau hajar langsung ??? tapi lagi mens lowh anaknya...
atau
Kabooorr dulu baru nanti cari kesempatan lain??



0 komentar:
Posting Komentar