mengendarai mobilku sendirian. Tiba di ujung jalan aku berhenti sebentar
untuk singgah di sevel di sekitaran kemang karena kebelet mau pipis
. Setibanya di sana aku langsung menuju lantai atas, karena toiletnya
memang ada di atas. Keadaan di sini cukup sepi karena memang sudah pukul
1.20 menit. 5 menit aku di dalam toilet, aku keluar dengan rasa lega.
Tetapi apa yang kulihat, ada dua orang anak muda umurnya sekitaran 24an
mencegatku di depan toilet. Mungkin karena mereka pikir keadaan sepi.
Sambil celingak celinguk salah satu temannya menutup mulutku dan
menyuruhku masuk ke dalam toilet. Sementara temannya lagi menunggu di
luar. Dia mengeluarkan senjata tajam, dan menodongkannya kepadaku.
Kupikir dia ingin merampok semua barang-barangku tapi ternyata dia hanya
ingin mencicipi tubuhku. Saat itu aku menggunakan rok hitam dan baju
tanpa lengan warna putih dengan rambut dikuncir dan anting-anting di
telingaku. "Heh, lo dandan jam segini mau merek ya" kata dia sambil
menodongkan pisaunya dan tangannya menutup mulutku. Aku cuma bisa
menggelengkan kepala saja. "Haha, sebelum lo gue bebasin, lo musti
puasin gue dulu. Sini sepongin gue cantik". Dia pun menundukkan kepalaku
bermaksud menyuruhku berjongkok. Karena aku ketakutan dengan ancaman
pisau itu, aku mengiyakan toh cuma menyepong saja. Aku jongkok di
hadapannya dan mulai melihat wajahnya dengan melas. Dia memberi aba-aba
sammbil menunjuk ke arah kontolnya "ini sayang, lo bukain celana gue".
Akupun mulai membuka restletingnya perlahan. "Eiiitt.. Nanti dulu, lo
musti buka celana gue pake mulut lo" sambil menjambak rambutku. Akupun
terpaksa menurutinya, kugigit restletingnya dan kuturunkan hingga
terlihat celana dalamnya dan sesuatu yang menyembul. Kemudian aku juga
disuruh menurunkan celana dalamnya dengan mulutku. "Hehehe...nah
silahkan lo cicipin kontol gue ini" dia tertawa menyeringai sambil
mengusap usap rambutku. Akupun perlahan memasukkan kontolnya yang
berukuran sekitar 14 cm dengan diametr 4 cm dan berwarna hitam itu.
Kuemut dan kuhisap sampai dia mengerang kenikmatan sambil memegang dan
menjambak rambutku. "Oohh mantap sayang, pantesan isepan lo enak banget"
dia terus-menerus mengucapkan kalimat-kalimat yang merendahkanku.
Tetapi itu justru malah membuatku terangsang.
Kemudian ia menahan kepalaku, dan menyodok-nyodokkan kontolnya ke
mulutku sampai aku tersedak. "Hueek..." Aku seperti ingin muntah
dibuatnya. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar, dan terdengar suara
dari depan "woi gantian dong gue juga mau nih". Ternyata temannya juga
ingin ikut mengerjaiku ini. Pemuda itu membuka kunci pintunya dan
membiarkan temannya masuk, kemudian dikunci lagi dari dalam. "Wah,
mantep banget ini cewek lagi ngemut kontol lu" kata temannya. "Lo mau,
buka celana aja dulu" kata pemuda itu. Tanpa basa-basi ia pun melepaskan
celananya dan menyodorkan kontolnya ke wajahku. Akupun menghisap
kontol-kontol itu secara bergantian. "Oohh enak banget ya isepan nih
cewek, pasti udah biasa nyepong nih" kata temannya. "Iyalah, lo liat
aja, pasti abis ini dia mau melacur ke om-om nih" kata pemuda itu dan
kemudian mereka tertawa. Aku yang mendengarnya sampai panas telingaku
dan memerah mukaku. Temannya mulai memegang-megang leherku, dan dadaku.
Toketku diremas-remas dari luar. "Wow, gede juga nih toketnya tapi
pentilnya kecil" katanya. "Eh, gue mau liat memek lo dong" kata pemuda
itu. Aku menggeleng, dan dia melepaskan seponganku kemudian menyuruhku
berdiri. "Angkat rok lo, terus buka celana dalam lo atau gue paksa nih"
mendengar akan dipaksa dan diancam, aku pun mengangkat rok ku dan
menurunkan celana dalamku. Terlihat memekku yang ditumbuhi rambut tipis.
"Wah gile memeknya bikin gemes" kata temannya sambil jongkok
memperhatikan. Dia mencucuk2an jarinya ke dalam memekku sambil satu
tangannya lagi memegang kontolnya, tanganku masih mengangkat rokku dan
membiarkan mereka mempermainkan memekku sambil tertawa.
Pemuda itu kemudian menyuruhku menyerahkan celana dalamnya kepadanya dan
menyiram celana dalamku itu dengan air. "Nah, lo gausah pake celana
lagi ya, biar gampang kalo ada yg mau perkosa lo" katanya. Aku menjadi
merasa malu sekali, lalu aku kembali disuruh jongkok untuk menyepong
mereka kembali. "Aah nikmat banget nih kalo gini" kata mereka sambil
merem melek keenakan. Tak sampai 15 menit, si pemuda itu menahan
kepalaku. "Oohh gue mau keluar nih" dan croott crooot croott... Semburan
peju itu keluar di dalam mulutku. Terasa hangat dan lengket. Kemudian
kujulurkan lidahku yang sudah belepotan pejunya, dan ia memukul-mukulkan
kontolnya sampai keluar semua pejunya. Tak lama, temannya menyusul.
Tetapi ia tidak memuncratkan di mulutku, melainkan di atas mulut di area
kumis. Aku terpejam ketika semburan itu mengenai wajahku. Kurasakan
lengketnya peju itu menetes dari wajahku dan ia menyuruhku untuk
membersihkan kontolnya.
Setelah semua puas, akupun tergeletak di lantai dengan wajah belepotan
peju itu. Merekapun mengucapkan terima kasih kepadaku sambil meremas
toketku. "Makasih ya, kapan-kapan servisin kita lagi ya" "toket lo
mantep, sedotan lo juga maut" puji mereka. Aku yang duduk tergeletak di
lantai hanya bisa menahan tangis sampai mereka keluar. Setelah mereka
tiada, aku membersihkan diriku dan turun ke bawah menuju mobil dengan
cepat. Kulihat mereka sudah tidak ada di sekitaran sana, cepat sekali
atau mungkin mereka memang pemuda kampung sini sehingga hafal gang-gang
untuk melarikan diri. setelah sampai di dalam mobil, aku langsung menuju
rumah untuk beristirahat.



0 komentar:
Posting Komentar