popcash

POPADS

close
--> />

Rabu, 29 Oktober 2014

CERITA PORNO MENIDURI ISTRI ORANG

 cerita porno cerita bokep cerita panas terbaru menceritakan tentang meniduri istri orang
Sebut saja namanya “Sidar” (nama samaran). Dia adalah seorang wanita bersuku campuran. Bapaknya berasal dari kota Menado dan Ibunya dari kota Makassar. Bapaknya adalah seorang polisi berpangkat Serma, sedang ibunya adalah pengusaha kayu. Baca Juga Kumpulan Cerita Sex Terbaru
Cerita Dewasa | Cerita Ngentot Istri Teman Kuliahku

Singkat cerita, ketika hari pertama aku ketemu dengan teman kuliahku itu, rasanya kami langsung akrab karena memang sewaktu kami sama-sama duduk di bangku kuliah, kami sangat kompak dan sering tidur bersama di rumah kostku di kota Bone. Bahkan seringkali dia mentraktirku.

“Nis, aku senang sekali bertemu denganmu dan memang sudah lama kucari-cari, maukah kamu mengingap barang sehari atau dua hari di rumahku?” katanya padaku sambil merangkulku dengan erat sekali. Nama teman kuliahku itu adalah “Nasir”.

“Kita lihat saja nanti. Yang jelas aku sangat bersukur kita bisa ketemu di tempat ini. Mungkin inilah namanya nasib baik, karena aku sama sekali tidak menduga kalau kamu tinggal di kota Makassar ini” jawabku sambil membalas rangkulannya. Kami berangkulan cukup lama di sekitar pasar sentral Makassar, tepatnya di tempat jualan cakar.

“Ayo kita ke rumah dulu Nis, nanti kita ngobrol panjang lebar di sana, sekaligus kuperkenalkan istriku” ajaknya sambil menuntunku naik ke mobil Feroza miliknya. Setelah kami tiba di halaman rumahnya, Nasir terlebih dahulu turun dan segera membuka pintu mobilnya di sebelah kiri lalu mempersilakan aku turun. Aku sangat kagum melihat rumah tempat tinggalnya yang berlantai dua. Lantai bawah digunakan sebagai gudang dan kantor perusahaannya, sementara lantai atas digunakan sebagai tempat tinggal bersama istri. Aku hanya ikut di belakangnya.

“Inilah hasil usaha kami Nis selama beberapa tahun di Makassar” katanya sambil menunjukkan tumpukan beras dan ruangan kantornya.

“Wah cukup hebat kamu Sir. Usahamu cukup lemayan. Kamu sangat berhasil dibanding aku yang belum jelas sumber kehidupanku” kataku padanya.

“Dar, Dar, inilah teman kuliahku dulu yang pernah kuceritakan tempo hari. Kenalkan istri cantik saya” teriak Nasir memanggil istrinya dan langsung kami dikenalkan.

“Sidar”, kata istrinya menyebut namanya ketika kusalami tangannya sambil ia tersenyum ramah dan manis seolah menunjukkan rasa kegembiraan.

“Anis”, kataku pula sambil membalas senyumannya.

Nampaknya Sidar ini adalah seorang istri yang baik hati, ramah dan selalu memelihara kecantikannya. Usianya kutaksir baru sekitar 25 tahun dengan tubuh sedikit langsing dan tinggi badan sekitar 145 cm serta berambut agak panjang. Tangannya terasa hangat dan halus sekali. Setelah selesai menyambutku, Sidar lalu mempersilakanku duduk dan ia buru-buru masuk ke dalam seolah ada urusan penting di dalam. Belum lama kami bincang-bincang seputar perjalanan usaha Nasir dan pertemuannya dengan Sidar di Kota Makassar ini, dua cangkir kopi susu beserta kue-kue bagus dihidangkan oleh Sidar di atas meja yang ada di depan kami.

“Silakah Kak, dinikmati hidangan ala kadarnya” ajakan Sidar menyentuh langsung ke lubuk hatiku. Selain karena senyuman manisnya, kelembutan suaranya, juga karena penampilan, kecantikan dan sengatan bau farfumnya yang harum itu. Dalam hati kecilku mengatakan, alangkah senang dan bahagianya Nasir bisa mendapatkan istri seperti Sidar ini. Seandainya aku juga mempunyai istri seperti dia, pasti aku tidak bisa ke mana-mana

“Eh, kok malah melamun. Ada masalah apa Nis sampai termenung begitu? Apa yang mengganggu pikiranmu?” kata Nasir sambil memegang pundakku, sehingga aku sangat kaget dan tersentak.

“Ti.. Tidak ada masalah apa-apa kok. Hanya aku merenungkan sejenak tentang pertemuan kita hari ini. Kenapa bisa terjadi yah,” alasanku.

Sidar hanya terdiam mendengar kami bincang-bincang dengan suaminya, tapi sesekali ia memandangiku dan menampakkan wajah cerianya.

“Sekarang giliranmu Nis cerita tentang perjalanan hidupmu bersama istri setelah sejak tadi hanya aku yang bicara. Silahkan saja cerita panjang lebar mumpun hari ini aku tidak ada kesibukan di luar. Lagi pula anggaplah hari ini adalah hari keistimewaan kita yang perlu dirayakan bersama. Bukankah begitu Dar..?” kata Nasir seolah cari dukungan dari istrinya dan waktunya siap digunakan khusus untukku.

“Ok, kalau gitu aku akan utarakan sedikit tentang kehidupan rumah tanggaku, yang sangat bertolak belakang dengan kehidupan rumah tangga kalian” ucapanku sambil memperbaiki dudukku di atas kursi empuk itu.

“Maaf jika terpaksa kuungkapkan secara terus terang. Sebenarnya kedatanganku di kota Makassar ini justru karena dipicu oleh problem rumah tanggaku. Aku selalu cekcok dan bertengkar dengan istriku gara-gara aku kesulitan mendapatkan lapangan kerja yang layak dan mempu menghidupi keluargaku. Akhirnya kuputuskan untuk meninggalkan rumah guna mencari pekerjaan di kota ini. Eh.. Belum aku temukan pekerjaan, tiba-tiba kita ketemu tadi setelah dua hari aku ke sana ke mari. Mungkin pertemuan kita ini ada hikmahnya. Semoga saja pertemuan kita ini merupakan jalan keluar untuk mengatasi kesulitan rumahtanggaku” Kisahku secara jujur pada Nasir dan istrinya.

Mendengar kisah sedihku itu, Nasir dan istrinya tak mampu berkomentar dan nampak ikut sedih, bahkan kami semua terdiam sejenak. Lalu secara serentak mulut Nasir dan istrinya terbuka dan seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi tiba-tiba mereka saling menatap dan menutup kembali mulutnya seolah mereka saling mengharap untuk memulai, namun malah mereka ketawa terbahak, yang membuatku heran dan memaksa juga ketawa.

“Begini Nis, mungkin pertemuan kita ini benar ada hikmahnya, sebab kebetulan sekali kami butuh teman seperti kamu di rumah ini. Kami khan belum dikaruniai seorang anak, sehingga kami selalu kesepian. Apalagi jika aku ke luar kota misalnya ke Bone, maka istriku terpaksa sendirian di rumah meskipun sekali-kali ia memanggil kemanakannya untuk menemani selama aku tidak ada, tapi aku tetap menghawatirkannya. Untuk itu, jika tidak memberatkan, aku inginkan kamu tinggal bersamaku. Anggaplah kamu sudah dapatkan lapangan kerja baru sebagai sumber mata pencaharianmu. Segala keperluan sehari-harimu, aku coba menanggung sesuai kemampuanku” kata Nasir bersungguh-sungguh yang sesekali diiyakan oleh istrinya.

“Maaf kawan, aku tidak mau merepotkan dan membebanimu. Biarlah aku cari

SEX POSE PICTURE SEXS 2015



4 BINTANG PORNO YANG TOBAT IMAGE SEX

4 bintang porno ini sudah memutuskan untuk insyaf. Berharap mereka mendapat dukungan dari masyarakat dan dapat menjalani hidup normal, namun nama mereka masih banyak beredar di dunia industri pornografi. Berikut 4 bintang porno yang fenomenal yang memutuskan insyaf. Berita

1. Sasha Grey, memutuskan berhenti total dari dunia yang membesarkan namanya, walaupun Sasha banyak meraih penghargaan di bidang film porno.


Senin, 27 Oktober 2014

CERITA PANAS ADIK KU PEMUAS BIRAHI KU

CERITA BLUE Dari semua pengalaman gue selama ini, yang pertama-tama gue mau cerita adalah pengalaman gue dengan seorang yang bernama Babe, sebutlah seperti itu namanya. (gue pake nama samara karena ga mau ada orang yang bisa menebak siapa gue sebetulnya)

Sesungguhnya si Babe ini adalah adik gue sendiri. Kita satu ayah tapi beda ibu. Dia bertumbuh dan besar di kampung selama ini. Dan pada suatu saat (gue ga mau sebut tahunnya, takut ketebak ma orang), dia datang ke kota dimana gue dan kakak perempuan gue tinggal (kakak perempuan gue itu adalah saudara kandung gue dan dia sudah punya suami, sementara gue tinggal dirumahnya).
Babe waktu itu baru tamat smp dan mau melanjutkan sekolah ke jenjang smu sementara gue masih kuliah tingkat skripsi tetapi sudah sambil bekerja. Dan sejak gue perhatikan kedatangannya, dalam hati gue berpikir, ini anak kampungan banget sih.

CERITA PORNO terbaru NGENTOT SAMA IBU

Selamat malam para pecinta cerita panas malam ini bang samson akan mempostingkan cerita terbaru nya dan cerita ini akan menjadi cerita terakhir di bulan ini, berhubung puasa untuk para pembaca jika ada yang berminat merepost cerita ini, saya harap di cantumkan nama saya. Terimakasih... Selamat menikmati

YUNI SEXY MONTOK CERITA BOKEP TUMBAL PESUGIHAN

Semua tokoh dalam cerita ini hanyalah fiktif belaka.


Keinginan manusia memang tidak ada batasnya. Ketika satu keinginan terpenuhi keinginan lain bermunculan. Terkadang manusia cenderung menggunakan hawa nafsunya dibanding dengan logika.


----

Hermanto, seorang pengusaha yang cukup sukses. Bukan hanya secara finansial namun juga dalam urusan rumah tangga. Genap di usianya yang memasuki 50 tahun. Hermanto dianugerahi kekayaan dan juga istri serta seorang anak gadis yang cantik. Siapa sangka di balik kekayaannya Hermanto memiliki sebuah rahasia dimana tidak ada seorang pun yang tahu.

Ternyata kekayaan yang didapat Hermanto selama ini bukan hasil jerih payah dia sendiri. Semua merupakan hasil dari pesugihan yang di peroleh dengan bersekutu dengan makhluk ghaib penghuni pesisir laut selatan. Syarat pesugihan yang dilakukan oleh Hermanto bukanlah sesuatu yang mudah karena tiap malam 1 Suro, Hermanto harus mencari tumbal gadis perawan berusia 17 tahun. Bukan hal yang sulit mencari gadis perawan usia 17 tahun. Namun, adalah persyaratan lainnya, yaitu harus lahir di malam selasa kliwon.

3 hari lagi Hermanto harus memberikan tumbal kepada penghuni pesisir laut selatan. Berulang kali Hermanto sudah diingatkan oleh suara ghaib untuk segera memberikan tumbal. Malam itu, Hermanto semakin gelisah, istrinya sudah terlelap di sampingnya sementara dia masih gelisah memikirkan dirinya belum mendapat tumbal untuk persembahan penghuni laut selatan. Dalam 2 hari dia harus mendapatkan tumbal kalau tidak semua kekayaannya akan diambil kembali oleh penghuni laut selatan.

Kepalanya berpikir dengan keras. Sudah sebulan ini dia mencari tumbal yang sesuai dengan kriteria namun sayang hingga mendekati harinya Hermanto masih belum menemukan tumbal yang sesuai. Akhirnya karena memang sudah lelah dan capai Hermanto pun terlelap. Dalam tidurnya Hermanto bertemu dengan sosok bayangan hitam yang mengingatkannya untuk tidak lupa pada janjinya.

“Hermanto! Ingat, sebentar lagi aku menagih janjimu. Tumbal untukku! Ingatlah darimana kekayaanmu!”

--

Pagi harinya Hermanto masih cukup gelisah. Pikirannya kacau tinggal 2 hari dan 1 malam lagi tumbal harus dia peroleh. Ketika Reni putrinya berpamitan berangkat sekolah, Hermanto sesaat menatap anak gadisnya itu. Ya benar Reni lahir selasa kliwon dan kini usianya sudah genap 17 tahun. Terjadi konflik batin dalam diri Hermanto. Apakah dia harus mengorbankan anak gadisnya sendiri. Pikiran itu berkecamuk dalam pikirannya. Reni anak gadisnya memang bisa dikatakan sebagai gadis yang seksi di usianya yang baru masuk 17 tahun payudara Reni ditaksir berukuran 34B, pinggul ramping dan body bak gitar spanyol, ditunjang tinggi badan 165cm dan berat 45kg, menjadikan tubuh Reni benar-benar sempurna.

“Loh Pa, kok malah bengong?”tanya Reni.

“Oh..gapapa kok Ren...”jawab Hermanto.

“Reni pamit yah Pa.”Sambil mencium tangan Ayahnya.

Gadis Remaja itu segera melangkah keluar. Dari belakang Hermanto hanya dapat memandangi anak gadisnya yang mulai tumbuh menjadi wanita dewasa. Dalam balutan rok abu-abu Hermanto dapat melihat bokong seksi putrinya sendiri. Ada rasa sesal, juga rasa bersalah. Seakan Hermanto melakukan dosa besar.
Hari itu, Hermanto menyuruh beberapa orang anak buahnya mencari tumbal sesuai dengan kriteria. Namun, hingga malam tiba hasil yang diperoleh masih juga nihil. Malam itu, akhirnya Hermanto benar-benar menyerah mencari tumbal. Sudah cukup lama dia mencari tumbal namun hasil pencariannya sia-sia. Hanya Reni, Reni putrinya yang dapat di korbankan.

“Ting ting ting.”Jam berbunyi menandakan jam 12 malam. Hermanto masih terjaga. Dirinya segera beranjak ke kamar putrinya Reni. Hermanto sempat terkejut melihat gaun tidur putrinya Reni begitu tipis dan menerawang menampakkan lekukan-lekukan tubuh seorang remaja yang sedang mekar siap dipetik. Hermanto duduk di pinggir ranjang putrinya Reni, ditatapnya wajah putrinya sambil membelai rambutnya. Ditatapnya lekat-lekat putrinya yang mulai mekar, payudara yang sudah membukit indah, pinggul yang ramping, bokong yang membulat seksi.

“Reni maafkan Papa.”Hermanto berkata dalam hati.
Dari saku bajunya, Hermanto mengeluarkan sapu tangan dan sebotol obat bius. Kemudian Sapu tangan itu dia bekapkan ke mulut anak gadisnya. Reni sempat meronta, namun kesadarannya perlahan menghilang dan semakin gelap.

SEX OUTDOOR SEXY WOMEN

GAMBAR BOKEP, GAMBAR BUGIL, GAMBAR BUGIL, MEMEK BASAH, BIG DIG, BIG NIPLE, BLOWJOB, SEX OUTDOOR

BLOWJOB BLACKMAN





Selasa, 14 Oktober 2014

PRAMUGARI TERLANJANG NGENTOT NGECROT

[/IMG]

MODEL SEXY MULUS BUGIL



Akiko Nishikawa: lagi ngentot

BAGAIMANA RASANYA ML SAMA GADIS INI

Minggu, 12 Oktober 2014

CERIRA BOKEP AKU IBU KOST

Aku dan Ibu Kosku

Kisah ini aku tulis berdasarkan pengalaman nyataku dengan ibu kosku yang masih muda.

Usiaku kini sudah 27 tahun. Kejadian ini berlangsung sejak aku baru lulus dari SMA. Usiaku dulu 18 tahun.

Ibu kosku beda satu tahun denganku, lebih tua dia. Anis, dia ibu kosku yang dinikahi oleh duda kaya raya yang memiliki bisnis besar. Salah satunya kamar-kamar kos yang berada di Bekasi. Kamar kosnya ada 30 kamar. Anis dipaksa menikah dengan Heri (duda kaya) oleh kedua orang tuanya. Karena dulu orang tuanya memiliki hutang beberapa belas juta yang tak bisa dibayar. Di usia 18 tahun Anis menikah dengan Heri. Kini Anis berusia 28 tahun. Wanita ini bisa dibilang hampir sempurna. Memiliki tubuh yang cukup tinggi; 167cm. Postur tubuhnya tergolong ideal. Dengan berat badan 65kg. Lalu dihiasi lingkar dada yang cukup besar; 38C. Kulit putih dan rambut panjang bergelombang menambah kesempurnaan wanita yang lahir di Jakarta ini.

CERITA KELAINAN SEKS PEDOFELHIA

“Hallo, ini Pak Kartolo ya?”, aku menelepon seorang pria yang fotonya aku dapatkan di buku harian Tono. Jelas aku sangat penasaran, dari sekian banyak foto gadis-gadis, ternyata ada satu-satunya foto pria. Apakah Tono memiliki kelainan? Apa dia itu pecinta sesama jenis? Foto pria berkumis tebal itu tertera nomor handphone nya. Aku pun menelponnya dan membuat jadwal ketemu.
Sebuah cafe, tempat tongkrongan kami terdahulunya. Sejak adanya tempat usaha, kami sudah jarang nongkrong di sini. Ku lihat om-om seperti di foto sudah duduk di ujung sana. “Pak Kartolo?”, sapaku. “Oh, iya, salam kenal”, jawabnya sambil berjabat tangan. “Saya Satorman, temannya Tono”, aku memperkenalkan diri.
Kami pun sedikit berbasa-basi. Dari pembicaraan, aku pun mulai tahu, pria ini bukanlah korban nafsu seks Tono. Ada sebuah bisnis yang mereka jalankan, aku pun mulai menguaknya. Pria itu mengajakku ikut dengannya. Terpaksa motor ku tinggal di cafe, dan ikut dengannya dengan mobil Toyota Innova nya yang terlihat mewah.
Sepanjang perjalanan pria itu menceritakan tentang sifat Tono yang hypersex. Dan sekarang aku dibawa ke tempat biasa Tono menyalurkan hasratnya. “Karena kamu teman Tono, saya hitung gratis untuk biaya perkenalan”, kata pria itu. Sepertinya ia adalah seorang mucikari, Cuma aku sedikit penasaran, di mana usahanya, dan gadis-gadis secantik apa yang ia pekerjakan sehingga Tono bisa ketagihan.
Aku dibawa ke pemukiman yang sedikit kumuh, pria ini tidak takut mobilnya lecet, kami menyusuri gang-gang kecil yang penuh dengan sampah. Hingga sampai di dalam, ada pagar dari seng bekas yang menutupi jalan kami, seorang pria yang berjaga-jaga memberi hormat lalu membukakan pagar itu. Di balik pagar ternyata ada sebuah rumah cukup mewah, dua lantai, tamannya cukup luas.
“Ayo man”, dia mengajakku masuk ke rumahnya. Aku sangat kaget, melihat ruang tamunya yang dipenuhi dengan anak kecil yang sedang bercanda ria. Semuanya anak-anak perempuan, kisaran delapan hingga lima belas tahun. Ada yang sedang berbincang-bincang, ada yang bermain handphone, dan ada yang sedang duduk menonton televisi. “Pilih saja mana yang kamu suka”, kata Pak Kartolo.
Ternyata di sini adalah sarangnya prostitusi anak di bawah umur. Aku sangat kaget, para anak-anak itu pun terlihat ceria, dan mereka sepertinya pandai merawat tubuh, semuanya cantik-cantik. “Tenang saja man, di sini kita mempekerjakan anak-anak jalanan yang sebatang kara saja”, sambung Pak Kartolo. “Mereka butuh makan, jadi saya tawarkan untuk bekerja di sini”, katanya dengan tanpa rasa bersalah. “Apa Tono tidak pernah cerita?”, tanyanya.
Aku sudah terlanjur menguak semua ini, aku sangat terpaksa menjawab, “Sepertinya aku harus segera pulang..”, kataku. “Wah, kamu mengecewakanku man”, kata Pak Kartolo. “Saya kasih gratis loh”, sambungnya, “Kamu tahu berapa mahalnya harga di sini?”. Aku terdiam, sepertinya aku tidak bisa pergi dari sini dengan mudah. “Kamu tidak minat dengan yang di sini?”, tanya Pak Kartolo karena aku terdiam, mungkin pikirnya aku seperti Tono, pengidap kelainan seks.
“Hmm, masih ada satu anak, itu langganan Tono, ayo ikut saya”, Pak Kartolo mengajakku naik ke lantai dua. Di sana banyak sekali bili-bilik kamar, beberapa pria berlalu lalang, entah pria hidung belang atau penjaga di sana. “Nah, masuk lah, saya kasih gratis dua jam”, kata Pak Kartolo membuka pintu salah satu bilik kamar. “Ini kesukaan Tono loh”, ia berbisik di telingaku lalu menyuruhku masuk.
Kamarnya cukup mewah seperti hotel, ada televisi dan AC, di kasur ku lihat seorang anak sedang terikat di sana. Aku sangat kaget, anak perempuan itu memandang ke arahku, dengan tanpa mengenakan busana, ia meronta-ronta. Ku tutup pintu, lalu ku dekati, aku sangat penasaran mengapa anak ini diperlakukan seperti ini.
Anak perempuan inis sangat cantik, bersih dan putih. Buah dadanya baru saja menyebul seperti anak yang baru tumbuh remaja. Herannya melihatnya begitu bukan membuatku kasihan, penisku malah terasa mengaceng. Namun ku coba tahan, aku dekati dan duduk di sampingnya. “Adik kenapa di sini?”, tanyaku. Anak itu tidak menjawab, malahan ia terus melihatku dengan wajah memelas. Terpaksa aku pun menjelaskan semuanya. “Aku ke sini bukan untuk menyalurkan nafsu...”, kataku. “Aku hanya penasaran dengan kegiatan almarhum temanku, Tono”, aku mulai bercerita kepada gadis yang terikat di kasur.
Walaupun penisku mengaceng, namun aku menahannya, sambil sebentar-sebentar ku lihat ke arah susunya yang kecil itu. Aku pun mulai lagi bercerita, “Pak Kartolo menyuruhku masuk ke kamar ini”, kataku. Dan gadis itu pun mulai mau bersuara, “Abang gak mau perkosa saya?”, tanyanya. “Ah, aku...”, susah aku menjawab, jantungku berdegup kencang, ingin sekali aku menyalurkan nafsuku itu. “Namaku Gisela...”, kata gadis itu. “Aku di sini hanya cari uang bang... Aku harap abang mau bersetubuh denganku”, katanya langsung membuatku shock sebentar.
Kasihan, aku bukan bernafsu lagi, namun segera kulepaskan ikatannya. “Dengar ya dik, abang Cuma mau tahu apa yang dilakukan Tono di sini”, aku menjelaskan kepada anak itu setelah melepaskan ikatannya. Gisela duduk di sampingku, ia mulai bercerita kisahnya yang kelam, seperti kata Pak Kartolo, Gisela ternyata memang sebatang kara.
Kami mulai akrab, Gisela ternyata anak yang periang, seperti tanpa beban ia bercerita kisahnya. Di sini ia baru bekerja beberapa bulan. Pelanggan pertamanya adalah Tono, “Bang Tono datang dan cari anak baru”, cerita Gisela. Karena kecantikan Gisela, apalagi saat itu adalah anak baru, Tono lalu menjatuhkan pilihan pada Gisela. Walaupun Pak Kartolo menetapkan harga yang cukup tinggi, namun Tono berani membayar demi gadis segar yang masih perawan itu.
“Bang Tono sedikit gila bang, dia suka menyetubuhiku dengan keadaan terikat, seolah-olah seperti diperkosa”, jelasnya. Aku mulai tertarik dengan anak yang tegar ini. Ceritanya cukup panjang dan mendetail tentang Tono. Dan tak disangka kami semakin akrab selama hampir satu jam. Gisela duduk semakin dekat, memelukku, kemudian ia duduk naik ke pangkuanku. Penisku tersentuh oleh pantatnya itu hingga langsung saja ngaceng.
Kuarahkan tubuhnya agar berhadap-hadapan denganku. Aku merasa aku boleh mencicipinya sebentar saja, agar aku tahu sensasi apa yang dirasakan Tono selama ini. Setelah wajah kami berhadapan, aku mencium bibirnya. Kuminta dia menjulurkan lidahnya dan kusedot-sedot perlahan.
Gantian aku yang disedot. Aku mengelus-elus susunya, hampir rata, susunya kecil, mungil dengan pentilnya sebesar pentil susuku. Putingnya lalu kujilati. Kulihat Gisela merasa geli pada awalnya. Lama kelamaan dia semakin suka.
Kurebahkan dia di kasur, lalu ku buka pakaianku sampai aku telanjang bulat dengan penisku yang berdiri. Gisela menatap penisku yang berdiri. Aku langsung mengangkangkan keduapahanya dan menjilati vaginanya yang masih polos belum berbulu itu. Kulihat klitorisnya masih benar-benar kecil. Gisela menggeliat dan mulai menikmatinya. Tiba-tiba dia menjepiktu dengan kedua kakinya. Tak lama, seperi kasur basah, karena dia kencingi. Mukaku juga terkena kencingnya.
Kulihat Gisela mulai ketakutan sekali, telah mengencingi mukaku. Wajahnya kembali normal saat dia melihat senyumku. Aku membiarkan kencing itu membahasi kasur. Aku gendong dia ke kamar mandi yang berada dalam kamar, aku kemudian membersihkan diri. Kami masih telanjang. Aku memandikannya dalam kamar mandi. Tubuh mungilnya ku elus-elus. Sungguh luar biasa, tidak heran Tono sampai ketagihan ke sini.
Setelah bersih dan harum sabun, aku pun membawanya keluar kamar mandi, kami kembali ke kasur. Kubaringkan dia lalu ku cari sesuatu di laci meja tempat taruh televisi. “Bukan di sana, laci yang bawah lagi”, kata Gisela. Sepertinya dia tahu apa yang aku cari. Ku temukan beberapa bungkus kondom, lalu aku pakaikan ke penisku.
Lalu aku pun mulai mengarahkan penisku mengena di lubang vaginanya. Dia dalam pangkuanku meminta agar dia menekan tubuhnya, agar penisku bisa masuk. Dia lakukan. Sebentar-sebentar dia mengatakan sakit, ia sedikit merintih, vaginanya yang masih kecil itu masih cukup sempit untuk kujebol. Kutekan penisku perlahan hingga Gisela meringis, “Arg”. Ku menciumi bibirnya dan terus menyapu-nyapu susunya yang kecil. Aku menekan lagi penisku, Gisela merintih nikmat, kutekan lagi penisku dan penisku masuk semua.
Gisela menggigit bibir bawahnya, entah karena sakit atau karena kenikmatan. Lalu aku menciumi pipinya dan menjilati pula susunya. Perlahanaku menarik penisku keluar, hingga Gisela merintih nikmat. Aku tekan lagi perlahan-lahan merintih nikmat lagi. Kutarik perlahan, kutusuk perlahan dan seterusnya. Sangat nikmat sekali rupanya menyetubuhi gadis sekecil ini. Gisela tidak keberatan, ia malah seperti menikmatinya.
Gisela kemudian memelukku. Kuangkat tubuhnya dalam gendonganku, karena kasihan menindihnya dengan tubuhku yang lebih berat darinya. Kubiarkan penisku di dalam vaginanya. Aku hanya menjilati lehernya dan berganti menjilati susunya bergantian, kiri-kanan. Gisela pun kemudian meliuk-liukkan tubuhnya, membuat penisku tersentuh-sentuh sesuatu di dalam vaginanya. “Nikmat sekali”.
Gisela diam saja, tapi pinggulnya masih terus meliuk-liuk. Aku memeluknya dan mengulum-ngulum bibirnya. Sesekali kujulurkan lidahku menjilati langit-langitnya dan mempermainkan lidahnya pula.
Gisela meluk-liukkan tubuhnya semakin cepat dan cepat. Jemarinya mencengkram di pundakku. Terasa kukunya walau tidak panjang, tapi menekan kulitku. Aku peluk dia erat sembari mengusap usap pungungnya dan bibirku terus menyedot-nyedot bibirnya yang mungil. "Argh...," rintihnya kemudian berhenti meliuk-liukkan tubuhnya dan aku juga merasa berada di ujung sana. Kupeluk dia erat sekali dan kutekan penisku semakin dalam sampai menyentuh sesuatu di ujung sana. Aku merasakan nikmat tiada tara, penisku bergetar kencang dan akhirnya ‘CROT’, aku orgasme.
Kutatap wajahnya yang pasi dan letih. Aku mencium pipinya dan kubisikkan kata ke telinganya, "Kamu hebat.." kataku. Gisela baring di kasur, lalu ku pakai kembali pakaianku. Aku pun meninggalkannya sendiri di kamar.
“Kalau minat, sms saja, entar saya yang jemput”, kata Pak Kartolo menunggu di lantai satu, ia kemudian mengantarku kembali ke cafe. “Terima kasih, lain kali saya hubungi lagi”, kataku.

Jumat, 10 Oktober 2014

SI CANTIK TERLANJANG MULUS BUGIL JEPANG


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda